Tiga Incumbent Lengser dalam Pemilihan Komisioner KPU Sumenep Pilkada 2024, Diganti Lima Komisioner Baru

Muhammad Ali, SH. Sebagai Praktisi Hukum
banner 120x600
banner 468x60

Sumenep, madurachannel.com– Pemilihan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep periode 2024-2029 berakhir dengan hasil mengejutkan. Tiga komisioner incumbent yang mencalonkan diri kembali harus menerima kenyataan pahit, gagal mempertahankan posisi mereka. Sebaliknya, lima wajah baru terpilih untuk mengisi posisi strategis tersebut.

Dalam proses pemilihan yang berlangsung ketat, para komisioner baru yang terpilih berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI) Nomor: 708 tahun 2024, tanggal 12 Juni 2024 diantaranya: Abdul Aziz, Farid, Malik Mustafa, Muhlis dan Nurussyamsi. Mereka berhasil mengungguli 3 incumbent yang sebelumnya yaitu: Mustafid, Deki Prasetia Utama dan Syaifur Ahman.

Menanggapi hasil pemilihan ini, praktisi hukum asal Sumenep, Adv. Muhammad Ali, S.H., memberikan pandangannya. Menurut Ali, pergantian ini merupakan bentuk demokrasi yang sehat dan dinamis.

“Kita patut mengapresiasi proses seleksi yang ketat dan transparan ini. Pergantian komisioner menunjukkan bahwa KPU Sumenep berkomitmen untuk menghadirkan pembaharuan dalam penyelenggaraan pemilu,” ujarnya.

Ali juga menambahkan bahwa tantangan besar menanti para komisioner baru. “Mereka harus mampu menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Kepercayaan publik harus dijaga, dan tentunya, harus ada upaya keras untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut pengacara Kampung yang dijuluki Advokat Sarungan asal pulau Kangean ini yang lahir di pesisir pantai selatan kangean, yakni di Desa Pajanangger(Cellong) Sumenep, ini menyampaikan apresiasi kepada DKPP dengan progres serius dari laporan LSM Bidik.” Harapan saya terhadap lima Komisioner yang baru lebih baik dari komisioner yang lama,” tegasnya.

Dengan terpilihnya lima komisioner baru ini, diharapkan KPU Sumenep dapat terus meningkatkan kinerjanya dalam menyelenggarakan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.

“Perubahan ini diharapkan membawa angin segar dalam dinamika politik lokal dan mampu menjawab tantangan serta harapan masyarakat Sumenep,” tutupnya. (kur/red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *