OPINI  

Sejarah Gerakan Mahasiswa 1945-1998 dan Peran Organisasi

banner 120x600
banner 468x60
Aktivis mahasiswa saat berorasi di depan para polisi kabupaten Sumenep untuk  madurachannel.com Rabu (27/12/23)

Ada hal yang menarik ketika saya membaca bukunya Karl Marx, Gusdur, Soe Hok Gie. Mereka banyak mengisahkan tentang sejarah gerakan dan peran organisasi. Sekaligus mampu melengserkan oligarki kapital yang sifatnya otoriter. Seperti halnya pemberantasan rezim Soeharto pada masa reformasi 1998.

Melihat hal itu, organisasi memiliki peran sentral dalam pengembangan mahasiswa, tidak hanya sebagai wadah untuk menyalurkan minat dan bakat. Tetapi juga sebagai platform yang memperkaya pengalaman pendidikan mereka. Dalam konteks ini, peran organisasi bagi kalangan mahasiswa sangatlah penting.

Mengutip perkataan Edward, “Bungkam pada penindasan adalah penghianatan terbesar kaum intelektual,” ungkapan tersebut menjadi motivasi bagi saya atau bahkan di jadikan landasan dalam berorganisasi bagi kalangan pemuda atau mahasiswa saat ini.

Sejarah gerakan mahasiswa sering menjadi perbincanga hangat di warung-warung kopi oleh kalangan aktivis hari ini yang hal itu berfungsi untuk refleksi terhadap sejarah bahwa, mahasiswa tempo dulu  kuliahnya di jalanan tidak hanya duduk manis di dalam ruangan ber AC. Akan tetapi, turun jalan menyampaikan hasil kajian yang mendalam sehingga lahirlah gerakan extra parlementer untuk mengejawantahkan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat, berikut sejarah gerakan mahasiswa.

1. Perjuangan Kemerdekaan
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945, mahasiswa terlibat aktif dalam pembentukan negara dan membela kemerdekaan. Mereka berkontribusi pada berbagai aspek pembangunan nasional.

2. Era Orde Lama:
Pada masa Orde Lama di bawah pemerintahan Soekarno, mahasiswa ikut terlibat dalam gerakan politik. Beberapa organisasi mahasiswa mendukung pemerintah, sementara yang lain mengkritik kebijakan-kebijakan tertentu.

3. Protes 1966 dan 1974
Pasca-Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) pada 1965, ada pembatasan kebebasan berpendapat. Namun, pada 1966 dan 1974, mahasiswa kembali muncul dalam protes menuntut kebebasan berpendapat dan demokratisasi.

4. Reformasi 1998
Gerakan mahasiswa memainkan peran sentral dalam peristiwa Reformasi 1998 yang mengakhiri rezim Orde Baru Soeharto. Demonstrasi mahasiswa memaksa mundurnya Soeharto dan membuka jalan menuju era demokrasi.

Setelah saya membaca sejarah gerakan mahasiswa yang ikut aktif di organisasi dapat berhasil melahirkan beberapa gerakan revolusioner yang berdampak baik terhadap kehidupan bangsa, organisasi pada waktu itu memiliki mempunyai peran penting bagi kalangan rakyat yang tertindas.

Ada banyak manfaat bisa didapat oleh mahasiswa yang aktif berorganisasi.

Pertama mahasiswa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, seperti kecakapan berbicara (retorika), menulis, memanajemen kelompok (dalam dunia kerja menejemen instansi baik swasta atau pemerintahan), dan memperkaya ilmu dengan lebih kompleks.

Kedua, organisasi menjadi wadah untuk belajar mengatur waktu, menghadapi tekanan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang dapat memperkaya pengalaman di luar kampus. Selain manfaat pribadi, pengalaman ini juga dapat menjadi bekal yang berharga dalam menghadapi tantangan di dunia kerja.

Setelah kita mengetahui manfaat berorganisasi maka menurut saya sangat penting, karena dapat mengasah keilmuan yang di dapatkan dibangku akademik dan belum tentu apa yang di dapatkan di organisasi bisa di dapatkan pada saat kuliah.

Penting dicatat, dengan berorganisasi mahasiswa dapat menjadikan forum diskusi sebagai wadah kajian mempertahankan idealisme berhaluan ideologi. setiap organisasi yang akan melahirkan gagasan. kemudian, disampaikan kepada pemangku kebijakan birokrasi yang sifatnya otoriter sehingga rakyat yang tertindas dapat kembali merasakan keadilan . sesuai dengan sila yang kelima , ” Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Sudahkah negara kita mengimplementasikan nilai-nilai sila kelima? Dan apakah idealisme aktivis mahasiswa hari ini masih sama dengan sejarah gerakan mahasiswa terdahulu?

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *