Salah Satu Pria Asal Guluk-Guluk Sumenep, Diduga Dibacok Oleh Tiga Oknum Asli Sumenep Madura

LUKA DIKEPALA: Kondisi Bakir korban pembacokan asal Guluk-Guluk Sumenep Madura Jawa Timur.(29/06/24)
banner 120x600
banner 468x60

Sumenep, madurachannel.com–Telah terjadi tindak pidana penganiyaan terhadap korban Bakir, seorang pria di Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep.

Bakir nahas mengalami luka parah dibagian kepala diduga akibat pembacokan yang dilakukan oleh tiga oknum. terjadi pada Sabtu (29/06/24).

Diketahui bakir selaku korban sedang menghadiri acara wisuda cucunya di salah satu sekolah yang ada di Desa Bragung, perkiraan jam 23.00, terduga pelaku menghidupkan motornya dan lampunya menyorot terang terhadap keluarga bakir.

Sehingga sempat ditegur oleh korban pada saat itu, karena tempatnya sangat bising dengan bunyi sound system, korban menegur dengan cara melempar sendal tepat kepada ban motornya.

Kemudian setelah itu, Bakir mengambil sandalnya dan terduga pelaku yang merupakan suami dari istri yang berinisial E sadar dan sontak bertanya bede apa kak? (ada apa kak?) Lalu Bakir menjawab Lampuna merre ka naknak wa (Lampu motornya mengenai matanya anak-anak) dan si terduga pelaku menjawab “ooo,iye kak,” (Ooh iya kak).

Pada saat itu permasalahan sudah selesai dan Saudari E (inisial) dan suaminya pergi dengan sepeda motornya. Bakir dan keluarganya melanjutkan untuk berfoto-foto dengan cucunya. Setelah acara berfoto-foto selesai, Bakir dan keluarganya hendak mengambil motor di area yang tadi.

Setelah itu, suami dan istrinya E (Inisial) berkata kepada Bakir “Ma’ engak genikah sampean kak, tade’ hasellah lah towah mak jer ngajerin’ (kenapa sampean seperti itu kak, padahal sampean yang lebih tua, kenapa malah mengajarkan hal sedemikian) dengan nada yang tinggi suami dari istri E inisial.

Bakir menjawab “iyelah mun been kek ateh nko asaporaah, dinahlah” (Yasudah misal kamu sakit hati dengan perkataan saya, saya minta maaf) (posisi saudara Bakir sambil mengambil sepedanya untuk hendak pulang).

Pada saat semuanya dianggap tidak terjadi apa-apa, keluarga Bakir pulang dengan posisi pertama ada Azzam dan Embahnya boncengan. Posisi kedua ada Lala dan ibunya boncengan. Posisi ketiga ada Mia, Bakir, dan Romlah bonceng tiga, sedangkan posisinya Mia ada dibagian depan, Bakir ditengah, lalu romlah, dan posisi keempat ada obet, melda, dan temannya.

Lalu Bakir beserta keluarganya pulang, dan jalan pulang kerumah Bakir melewati depan rumah ela. Dipertengahan jalan azzam dan embahnya dicegat dan ditanyakan oleh seseorang dengan mebawa celurit sambil berkata “demmah lakenah hos?”(mana suamianya hos?) dengan nada tinggi dan ekspresi marah, Lalu dibelakang Azzam ada Lala dan ibunya, dan orang yang memegang celurit berkata lagi ‘demmah lakenah ben betang” (Mana suamimu betang) kata kasar bahasa Madura.

Kemudian setelah itu, Lala dan Azzam berserta ibunya bergegas untuk pulang hendak menjemput salah satu keluarga kamu yang dirumah untuk mengantisipasi terjadi hal yang tidak diinginkan. Sedangkan, posisi setelah Lala terdapat Mia, Bakir, dan Romlah yang sedang bonceng tiga.

Sedangkan, orang yang sedang memegang celurit berkata “areah areah” (ini ini) sambil menebas kepala saudara Bakir. Posisinya saudara Bakir sedang mengendarai motor, dan orang yang sedang celurit langsung menebas kepala Bakir. Dan pada saat itu Bakir, Mia dan Romlah langsung terjatuh, dan setelah menebas kepala saudara Bakir orang yang memegang celurit langsung kabur.

Sontak Romlah berteriak meminta tolong kepada masyarakat setempat, setelah itu, segeralah Bakir dilarikan kerumah sakit terdekat Puskesmas Guluk-guluk sekitar pukul setengah duabelas malam.

Setelah diusut orang yang memegang celurit adalah salah satu keluarga dari saudari berinisial E yang sempat cekcok di acara wisuda tadi.

Diduga si korban dibacok oleh pelaku Inisial A dan inisial M , inisial K. Yang merupakan sala satu keluarga dari istri berinisial E

Selanjutnya, Korban dan keluarganya melaporkan dengan membawa saksi serta menyertakan beberapa alat bukti atas dugaan kasus pembacokan ini ke Polsek guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep,

Pelapor berinisial FR mengatakan, korban diduga belum menemukan titik terang, bahkan Mirisnya, Polsek Guluk-Guluk diduga masih belum menangkap dan menahan 3 oknum penjahat kelas kakap tersebut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *