Maraknya Kasus Pelecehan Seksual, PC PMII Sumenep Gedor Pintu Disdik

MENYALA: Foto Bersama pengurus PC PMII Sumenep dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
banner 120x600
banner 468x60

Sumenep, madurachannel.com–Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sumenep, Mendatangi kantor Dinas Pendidikan untuk membahas persoalan maraknya kasus pelecehan seksual di lingkungan kelembagaan pendidikan Kabupaten Sumenep. Pada Rabu, (22/05/24).

Kedatangan Aktivis PMII tersebut disambut langsung oleh Agus Dwi Saputra Kepala Dinas Pendidikan dan Mustangin Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (Dinsos) Kabupaten Sumenep.

Aisy selaku Pengurus Cabang PMII Sumenep menyampaikan, maraknya kasus pelecehan seksual dari tahun 2023 – 2024 ini harus ditindak tegas, dan harus ada evaluasi yang terarah. Sebab, menurutnya sangat prihatin dengan banyaknya kasus ini, karena ruang pendidikan merupakan tempat menuntun anak-anak bangsa untuk menjadi insan yang beradab.

“Maka kami meminta agar pelaku ditindak secara tegas sampai pemecatan dengan tidak hormat,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Agus Dwi Saputra juga menyampaikan, dirinya  sependapat bahwa pelaku harus ditindak tegas. Namun, pihaknya beralasan masih terbatas pada regulasi yang mengatur.

“Sebenarnya kami ini ingin sekali bertindak tegas. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena akan berdampak pada pendidikan karakter anak atau peserta didik. Namun, kami masih keterbatasan dalam regulasi, jadi ya kami harus patuhi itu dan kami juga mengupayakan yang terbaik untuk kedepan,” ungkapnya.

Kendati demikian, PC PMII Sumenep juga akan mendatangi Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep. sebagai lembaga yang memiliki tupoksi mengatensi Pendidikan

“karena ini kasus yang sangat serius untuk segera diusut, maka kami akan datangi juga Komisi IV DPRD Sumenep untuk dicek akan bertindak apa saja,” pungkas Aisy. (Zn/red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *