Diduga Melibatkan Bupati Sumenep, Raja Hantu Desak Kapolres Sumenep Segera Menangkap Mantan Kades Kebunan

Kurniadi, SH. Pembina Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Madura.
banner 120x600
banner 468x60

Sumenep, madurachannel.com- Berdasarkan berita yang sedang viral Mantan Kades Kebunan Kecamatan Kota Sumenep. Atas nama AR (inisial) ditetapkan Tersangka oleh Penyidik Polres Sumenep, memperoleh perhatian serius dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Madura (YLBH-Madura).

Kurniadi selaku Pembina YLBH-Madura mengatakan, menurutnya kasus tersebut pantas mendapat sorotan publik, dikarenakan diendus mengandung praktek mafia tanah yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi di Sumenep. Mulai dari pemerintah kabupaten hingga aparat kepolisian.

“kecurigaan tersebut berawal dari ditemukannya model penanganan perkara yang oleh Penyidik Polres Sumenep tersebut aneh dan setengah ajaib,” ucapnya

Pasalnya, sejak ditetapkan sebagai Tersangka pada tanggal 19 Januari 2024, akan tetapi hingga saat ini tidak ada tindakan penahanan terhadap tersangka.berdasarkan latar belakang kehidupan Tersangka, mempunyai potensial melakukan kejahatan lainnya, antara lain merusak dan menghilangkan alat bukti.

Adapun latar belakang Tersangka AR tersebut kata Kurniadi, tidak sederhana dan rumit. Antara lain istrinya menjabat Kepala Desa di tempat kejadian perkara dan dalam menjalankan modus operandinya juga didukung oleh orang nomor 1 di pemerintahan Sumenep, yakni Bupati Ach. Fauzi Wongsoyudo, SH., MH.

Selain itu, kata Kurniadi, Tersangka juga menjangkau aparat penegak hukum untuk membantu dirinya merekaya kasus, antara lain sempat mengkriminalisasi warganya sendiri sebagai kambing hitam.

“Tersangka ini kompleks ya. Warganya sendiri saja dikriminalisasi untuk memberi kesan kalau tanah yang disertifikat kepada atas nama dirinya itu adalah tanah miliknya padahal bukan”, Terang Kurniadi kepada awak media melalui sambungan telpon Senin (26/02/24).

Dilansir oleh media Madura Ekspose.com, tanggal 22/02/2024 yang lalu, Tersangka AR diduga melakukan tindak pidana pemalsuan terkait penerbitan sertifikat tanah.

Kendati demikian, sampai berita ini tayang, baik Kapolres Sumenep maupun Tersangka AR belum bisa dimintai keterangan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *